Romy Ditangkap, Menag Harus Mundur

Jakarta, Olaolanews.com – Pasca ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rohamurmuziy di Surabaya pada Jum’at (15/3) pagi memicu reaksi keras dari tiga organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan islam. Seperti laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahwa Kasus operasi tangkap tangan ini terkait dengan proses jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Tiga organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan islam yang juga termasuk pendiri PPP tersebut, yakni Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Pengurus Pusat Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PP PERISAI), Pengurus Pusat Ikatan Putra Putri Al Washliyah (PP IPPA).

Chandra Halim sebagai Ketua Umum PP Perisai meminta agar Menteri agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjaga marwah Kementerian Agama sebagai kementerian yang memegang teguh motto ikhlas beramal. “Ya udah kalau sudah terjadi korupsi di kementerian, tidak ada alasan untuk Lukman Hakim Saifuddin ngotot mempertahankan posisinya sebagai menteri agama. Ingat, harus ikhlas beramal,” tambah Chandra kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/3).

Chandra juga menyampaikan kalau ingin kooperatif harus mundur dari jabatannya dan harus fokus untuk menyelesaikan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama yang diduga kuat terkait dengan dirinya sebagai orang nomor satu di Kementerian Agama.

Hal senada juga disampaikan oleh Lisman Hasibuan selaku Ketua Umum PP IPPA yang menghendaki agar Lukman Hakim Saifuddin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama. Selain meminta Lukman Hakim Saifuddin mundur, Lisman mengapresiasi KPK dan berharap kasus korupsi yang menyeret pejabat di Kementerian Agama ini diusut dengan tuntas sampai ke akar-akarnya.

Sedangkan, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa untuk menarik Menteri Agama yang berasal dari partai tersebut agar tidak terjadi konflik kepentingan dan juga untuk tetap menjaga marwah parpol yang didirikan dari gabungan partai islam di tahun 1973 melalui fusi.

Bintang menambahkan akan menyampaikan aspirasi secara damai dengan melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Kementerian Agama dan kantor PPP pada hari Senin, (18/3) mendatang. “Saya melakukan aksi karena telah sama-sama kita ketahui jika beberapa ruangan di Kementerian Agama, termasuk ruangan Menteri telah disegel oleh KPK pasca operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum PPP, Rohamurmuziy di Surabaya,” tegas Bintang.

Adapun tuntunan yang akan disampaikan, lanjut Bintang, yakni pertama, sangat mengapresiasi tindakan KPK yang terbukti tidak tebang pilih dalam menegakkan pemberantasan korupsi di Indonesia dan mendukung penuh KPK untuk mengusut tuntas semua kasus korupsi di negeri ini. Kedua, meminta agar KPK menelusuri secara intens kemungkinan terlibatnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kasus tersebut. Ketiga, meminta Menteri Agama secara jantan untuk mundur dari jabatannya atas dugaan kuat keterlibatannya dalam kasus tersebut demi menjaga nama baik presiden RI yang secara tegas sangat anti terhadap segala tindakan korupsi di Indonesia. Keempat, akan menyampaikan aspirasi damai di kantor Kementerian Agama RI dan kantor PPP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *