Soroti kendala akademis, Aktivis asal Medan : harusnya Dosen pembimbing pahami perjuangan Kami Mengejar Tesis

Jakarta – Tesis merupakan sebuah karya ilmiah yang menjadi tugas akhir dan wajib di selesaikan oleh setiap Mahasiswa pasca sarjana di manapun ia kuliah untuk mendapatkan gelar Sarjana.

Namun kerap kali terjadi dalam proses penyelesaian Tesis banyak rintangan yang harus dihadapi oleh Mahasiswa pasca sarjana tingkat akhir ini apalagi mereka itu adalah aktivis di organisasi. Mulai dari judul yang beberapa kali tidak Acc, sumber buku yang sulit, pembagian waktu sampai permasalahan dengan Dosen Pembimbing.

Namun yang paling sering terjadi adalah masalah dengan pembagian waktu. Masalah yang sering dihadapi terkait dengan pembagian waktu ini diantaranya; sulitnya membagi waktu antara cari data dengan kebutuhan bergerak, tesis yang dikerjakan hingga berminggu-minggu belum selesai diperiksa lantaran banyak mencari mainan dalam istilah pergerakan yaitu “ola-ola”, alasan tidak mood (tidak enak perasaan) karena gerakan belum Goal, hingga Aktivis ini bak seorang pelayan yang harus mengayomi junior-junior di pergerakan.

menurut Imam salah satu aktivis yang sedang menyelesaikan Tesis, terkait masalah Pembimbing dalam bimbingan Tesis, sejatinya Dosen Pembimbing lebih friendship tidak seperti waktu mengejar Skripsi.

“tesis bagi aktivis itu ibarat pijakan awal untuk jenjang karir namun terkadang dibalik usaha pencapaiannya itu banyak permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi oleh Mahasiswa dan tidak sedikit menjadi beban bathin oleh Mahasiswa tersebut sampai-sampai ada yang harus berbaring dispringbed Rumah Sakit karena permasalahan ini.” Ujar Imam

imam berharap Dosen pun harus berfikir dari sudut pandang mahasiswa, banyak hal yang mungkin harus dipertimbangkan, tidak semua orang memiliki ekonomi yang sama, kepintaran yang sama, dan semangat juang yang sama. Ketika Mahasiswa terlambat menyelesaikan studinya tentu biaya yang dikeluarkan akan bertambah. Ini akan menjadi beban bagi keluarga yang kurang mampu, yang seharusnya sudah bisa mencari kerja tapi sekarang masih sibuk mengurusi Tesis yang tak kunjung usai.

“Bukankah kita sebagai manusia ingin selalu didoakan yang baik-baik, dosen pun harus mengerti keadaan kami para kaum Aktivis, Namun ketika Dosen mempersulit mahasiswanya mungkin Tuhan lah yang akan mambalasnya. Ingatlah barang siapa yang memudahkan urusan orang lain maka Allah akan Mudahkan urusannya.” Tutup Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *