Fenomena Karhutla dan Penyebabnya Berikut Penjelasan Deputi APHI

SELAIN tindakan ilegal dari korporasi maupun individu yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan untuk kepentingan pribadi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga disebabkan oleh fenomena alam El Nino yang menyebabkan terjadinya iklim kering.

El Nino paling sering disebut-sebut yang sebagai penyebab terjadinya iklim kering di wilayah Indonesia. Sederhananya karena iklim dan cuaca yang kering, ranting-ranting pohon yang kemudian bergerak karena angin akan saling bergesekan dan kemudian menimbulkan percikan api.

Terkait akan hal tersebut, seperti yang dijelaskan juga oleh Herman selaku deputi dari pihak Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia(APHI), tentang fenomena Karhutla apalagi mengenai kenapa areal yang terbakar yaitu kawasan hutan yang belum berizin dan kawasan hutan yang sudah berizin.

“Begitu juga dengan areal pengunaan lainnya diluar kawasan hutan, seperti kebun dan tanah milik,” ujar Herman saat di hubungi di Jakarta, Senin(21/10/2019).

Lanjutnya lagi merincikan bahwa data luas Karhutla, ada sekitar 328.724 Ha lahan yang terbakar saat ini yang berada di lahan kering mineral 239.161 Ha (72,8%) sedangkan berada di lahan gambut 89.563 Ha(27,2%), “Melihat fenomena tersebut mari untuk mencegah lebih baik daripada menanggulangi,” pungkasnya.

Sementara itu, menyikapi alasan fenomena Karhutla mengapa bisa terjadi di Indonesia Herman pun memaparkan alasannya, sebab yang pertama, 99% dikarenakan oleh faktor aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja yang didukung cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem.

“Dan yang kedua, kearifan lokal untuk menyiapkan lahan dengan cara membakar oleh masyarakat, sebagaimana yang diatur oleh UU. No.32 tahun 2009 pasal 69 penjelasan ayat 2 sepertinya belum diikuti dengan aturan pembakaran terkendali atau yang disebut dengan ‘prescribed burning’ dan yang ketiga karena tidak disengaja, contohnya membuang puntung rokok, atau karena api unggun, sebab memancing, berburu dan banyak faktor lainnya lagi,” paparnya menjelaskan.

Dalam hal ini, Dia pun menjelaskan juga tentang motif yang menyebabkan Karhutla, sebabnya Karhutla berkembang menjadi persoalan yang kompleks dengan berbagai motif, salahsatunya motif ekonomi, yang mana pembukaan lahan dengan membakar karena merupakan cara yang efektif dan murah, untuk kemudian diperjualbelikan.

“Begitupun dengan pengusaha lahan dimana para perambah membakar hutan untuk mempertahankan dan memperluas pengusaha lahan,” tandasnya menjelaskan.(0nc.Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *